Nah, selanjutnya aku mau sedikit review dari artikel yang udah aku publish sebelumnya mengenai bimbel online yaitu tentang Ruang Guru. So, review sedikit apasih Ruang Guru yang udah aku jelasin di artikel yang sebelumnya?
      Ruangguru adalah bimbel online terbesar dan terpercaya di Indonesia dengan jutaan pengguna dari Sabang sampai Merauke. Ruangguru bertujuan untuk memberikan akses pendidikan berkualitas bagi semua anak di Indonesia dengan dukungan teknologi. Ruangguru menyediakan semua kurikulum yang berlaku di Indonesia, yaitu K13, K13 revisi, dan KTSP.
Ruangguru memiliki beberapa jenis produk yaitu ruangles, ruangbelajar, ruangguru, digitalbootcamp, ruanglesonline, ruanguji, dan ruangbaca.
      Lalu, aku mau review juga tentang Ruang Belajar, salah satu produk Ruang Guru yang di artikel sebelumnya pun udah aku singgung. Jadi, apa itu Ruang Belajar? Si Ruang Belajar yang termasuk ke salah satu produk Ruang Guru ini membantu kita untuk memahami materi pelajaran sehingga menjadi semakin lebih mudah dengan mengikuti misi – misi di dalamnya ( layaknya sebuah games ) yang dilengkapi latihan topik untuk menguji pemahaman pada suatu materi yang terdiri dari 4 level soal dari yang level mudah sampai di level HOTS dan ditemani bersama pengajar yang disebut Master Teacher. Tersedia ribuan video belajar, latihan soal, dan rangkuman dimana semua topik yang ada berbentuk infografis sehingga akan mempermudah pengguna memahami materi yang di ajarkan. Informasi detail https://ruangguru.com/belajar
      Seperti sebelumnya yang udah aku singgung kalo Ruang Guru itu mempermudah pelajar dalam memahami mata pelajaran yang mereka ingin pelajari atau sedang dipelajari melalui sistem pendidikan non formal berbasis digital. Tapi, apa iya Ruang Guru ini cuma untuk pelajar? Wah, tentu saja enggak dong. Ternyata Ruang Guru bisa digunakan untuk guru juga loh! Gimana cara nya?
      Materi – materi yang ada di Ruang Guru terutama Ruang Belajar ini dapat di gunakan sebagai bahan presentasi yang sangat cocok di tampilkan kepada pelajar mengenai mata pelajaran terkait. Ruang Belajar juga enggak hanya digunakan di smartphone saja tapi bisa juga di PC atau computer loh! Wah, fleksibel dan efisien banget kan. Guru hanya tinggal menjelaskan materi terkait dengan animasi – animasi video yang menarik dan berdurasi sekitar 10 menit yang ada di Ruang Belajar. Materi – materi yang dijelaskan di dalam animasi juga sangat mudah untuk dimengerti para pelajar sehingga mereka bisa menangkap isi pelajaran yang disampaikan guru mereka dengan lebih baik. Dan khusus untuk materi kelas 12, ada yang namanya ‘Scene Index’. Wah apa tuh? Jadi, Scene Index ini adalah “daftar isi” yang ada di setiap bagian bawah video, sehingga pengguna nya tidak perlu lagi untuk menonton keseluruhan isi video jika hanya ingin mencari informasi tertentu saja. Jadi, sangat – sangat menghemat waktu yang ada tentu saja. Bahkan, semua video belajar yang ada bisa di download sehingga dapat ditonton ber ulang – ulang kali tanpa menggunakan kuota internet, apa lagi sangat hemat jika di download menggunakan wifi. Video nya juga dapat di simpan di SD Card, loh!
      Selain itu, tampilannya yang simple itu juga semakin memudahkan guru untuk menentukan mata pelajaran yang akan diberikan berdasarkan kurikulum yang dipakai di sekolah dan tingkatan kelas nya, juga dilengkapi dengan latihan – latihan soal yang sangat membantu guru dalam mengukur tingkat pemahaman dari murid – murid nya.


      Pemerintah Indonesia sendiri telah melakukan berbagai upaya dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Anggaran dana pendidikan yang besar dan pembaruan kurikulum pun telah dilakukan oleh pemerintah sebagai salah satu upaya nyata peningkatan kualitas itu sendiri. Pemberian dana BOS telah diterapkan sejak tahun 2005 untuk mengurangi beban finansial bagi masyarakat yang kurang maupun tidak mampu dalam menyekolahkan putra-putrinya dari jenjang dasar hingga ke jenjang yang lebih tinggi. Berdasarkan laporan yang dipublikasikan oleh World Economic Forum, peringkat kualitas sistem pendidikan di Indonesia berada di urutan ke - 54 dengan skor 4,3, tertinggal 31 level dari negara tetangga kita yaitu Malaysia yang berada di peringkat 23.
      Sebagai salah satu isu yang diangkat dan menjadi salah satu dari permasalahan besar di dunia yang ada di 1 dari 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau yang sering disebut Sustainable Development Goals (SDG). Dan dengan tingkat pendidikan Indonesia yang masih terbilang kurang dibanding negara tetangga kita membuat kita seharusnya merasa terpacu untuk ikut mensukseskan kualitas pendidikan di Indonesia. Ditambah masuknya era digital ini dimana semua hal mudah untuk di akses hampir tanpa batas, seharusnya hal ini menambah motivasi kita untuk semakin giat belajar. Namun, ada lagi permasalahan yang juga tak kalah besar di Indonesia yaitu Dana atau Keuangan. Padahal dengan adanya bantuan dari pemerintah melalui dana pendidikan seharusnya hal itu menimbulkan minat kita untuk melangkah ke jenjang pendidikan setinggi – tingginya. Selain menempuh pendidikan secara formal, salah satu upaya dalam meningkatkan pendidikan di Indonesia adalah melalui pendidikan non formal, salah satunya melalui bimbingan belajar atau yang sering disebut bimbel. Sebagaimana yang telah disinggung sebelumnya yaitu kita tengah memasuki era digital sehingga memudahkan kita dalam mengakses segala hal. Bahkan dalam hal bimbel pun dari yang konvensional beralih ke bimbel secara digital atau online, yang tentunya dimanfaatkan dengan baik sebagai efek dari era digital itu sendiri. Karena, tidak semua daerah ada atau dapat dengan mudah dijangkau oleh pendidikan non formal sepertti bimbel, sehingga bimbel online ini tentu sangat fleksibel dan efisien. Sebagai contoh yang lagi happening banget nih bimbel online yaitu Ruang Guru. Tapi, apa sih Ruang Guru itu sendiri?
      Ruangguru adalah bimbel online terbesar dan terpercaya di Indonesia dengan jutaan pengguna dari Sabang sampai Merauke. Ruangguru bertujuan untuk memberikan akses pendidikan berkualitas bagi semua anak di Indonesia dengan dukungan teknologi. Ruangguru menyediakan semua kurikulum yang berlaku di Indonesia, yaitu K13, K13 revisi, dan KTSP.
Ruangguru memiliki beberapa jenis produk yaitu di antaranya ada ruangles, ruangbelajar, ruangguru, digitalbootcamp, ruanglesonline, ruanguji, dan ruangbaca.
      Nah kali ini yang mau aku bahas yaitu Ruang Belajar. So, apa itu Ruang Belajar? Jadi, Ruang Belajar ini adalah salah satu fitur di dalam Ruang Gurru itu sendiri dimana dapat membantu kamu dalam memahami materi pelajaran menjadi semakin lebih mudah dengan mengikuti misi – misi di dalamnya ( layaknya sebuah games ) bersama pengajar yang disebut Master Teacher. Tersedia ribuan video belajar yang dapat membantu kamu dalam memahami isi materi yang diajarkan, latihan soal, dan rangkuman. Tampilan nya yang simple pun mempermudah penggunanya salam mengakses kurikulum, kelas, mata pelajaran yang ingin dipelajari, termasuk jika ingin langsung praktik dalam mengerjakan latihan di bank soal. Lalu untuk informasi lebih detailnya kamu bisa cek langsung di link ini https://ruangguru.com/belajar


Aku masih terus berjalan memasuki hutan Altophrodite ini semakin dalam. Entah kenapa masih sepi rasanya meski sekarang aku tengah berjalan dengan orang yang sudah 2 kali menyelamatkanku, ya Alca ini. Tapi aku merasa nyaman karna merasa ada yang melindungi, meski dengan kemampuanku seperti ini yang sebenarnya tak patut untuk diremehkan. Tapi, aku tak apa-apa dia hanya belum mengenalku saja.
      "Ada pohon besar disana, aku lelah juga kita bisa bersandar setelah perjalanan cukup jauh dari rumah-rumah clan Nemusto" dia menunjuk pohon besar nan rindang itu.
      "Aku juga lelah, Al" aku menghela nafas berat dan berjalan kearah pohon besar itu lalu dengan segera duduk bersandar dipohon itu.
Alca menghampiriku dan duduk bersandar disampingku.
      "Kau belum menceritakan apa tujuanmu berkelana, Ze"
      "Ah... Aku lelah Alca" aku harap Alca memaklumi dirinya yang memang terhitung sebagai orang asing untukku, aku harap juga dia masih mengingat perkataanku saat di gua Galchone itu.
      "Ah iya aku lupa, perkataanmu sewaktu di gua Galchone itu yang tidak akan memberi tahukan apapun pada orang asing"
Aku menangguk kaku. Apa dia memang ingat tepat saat aku sedang memikirkannya atau dia sebenarnya memang bisa membaca pikiranku? Ah memangnya clan apa yang bisa membaca pikiran itu? Ya aku tahu, ketidaktahuanku akan kekuataan dari masing-masing clan di Negeri Maldhivyst ini sangat sangat tidak membantuku untuk mengenali dari clan apakah mereka-mereka itu.
      "Lo siento Al..." Aku menoleh kearahnya tetapi dia telah jatuh terlelap. Aku menghela nafas lega. Untung saja dia sudah terlelap. Aku merasakan mataku sudah mulai berat dan yang terakhir kulihat hanyalah gelap.
~
Aku mendesah pelan terbangun karna mendengar suara yang cukup bising.
      "Apa itu?" Aku mengerjapkan mataku berkali-kali mencoba menyesuaikan mataku dengan cahaya yang muncul dari celah-celah pepohonan.
Kumelirik kearah Oscuro lalu mencari-cari seseorang lagi "Alca, dimana kau?"
Tiba-tiba seseorang yang dicari datang juga "Hey darimana saja, Al?"
Dia semakin mendekatkan dirinya kepadaku "ayo cepat pergi dari sini"
Aku memandangnya bingung. Memangnya ada apa?
      "Demon, disekitar sini. Entah apa yang dicarinya sepertinya hal penting karna mereka terlihat terlibat langsung padahal biasanya mereka tak ingin susah-susah, tapi kita harus pergi dari sini secepatnya!" Sepertinya dia bisa membaca pikiranku, ya? Tiba-tiba tanpa menunggu persetujuanku dia langsung menarik tanganku dan berlari secepatnya
      "Apa yang para Demon itu cari? Mengapa mereka tidak menyuruh clan lain yang bersekongkol dengan mereka untuk mencari 'sesuatu' itu? Tapi mengapa mereka malah keluar dari Inferno--neraka-- dan malah turun langsung mencari 'sesuatu' itu? Dan sebenarnya apa sesuatu itu?" Dia terus memegang tanganku kencang sambil terus berlari sejauh mungkin. Oke aku mulai lelah, Alca.
      "Simpanlah pertanyaanmu itu nanti saat sudah aman, Zeca dan sebenarnya aku juga sama lelahnya denganmu" oh oke. Aku makin yakin dia sepertinya bisa membaca pikiranku.
Dia terus menggenggam tanganku semakin erat tapi tiba-tiba dia menghentikan berlarinya membuat badanku yang berhenti mendadak menabrak dirinya. Ada ap..? Oh! Oh!
Alca menarikku kebelakang tubuhnya seolah menjadikan tubuhnya tameng untuk melindungiku.
Aku merasakan hawa panas disekitar sini, semakin dekat hawa panas itu menyergap kami. Oh gawat! Apa dia sedang mendekati kami?
      "Hahahahaha lihat siapakah kedua orang ini? Dan oh hallo Alca!" Salah seorang dari para Demon yang memiliki muka paling menyeramkan menyapa Alca. Kenapa Demon ini mengenal Alca?

Aku menggeram kesal "apa yang kau lakukan disini? Kau tidak ada urusan dengan kami kan? Menjauhlah kami ingin lewat" Aku mencoba keluar dari perlindungan Alca tapi ternyata kekuatannya lebih kuat dari ku. Dia terus menjadikan tubuhnya tameng dan merentangkan sedikit tangannya untuk menjaga agar aku tidak nekat dengan menyerang para Demon itu. Yah tapi memangnya aku senekat itu? Kan tidak, aku juga masih harus menyelesaikan misi penting Negeri Maldhivyst--juga clan Clandestine serta kerajaan Crypt--
"Dengarlah Etrusean kami sedang terburu-buru jadi enyahlah!" Perintah Alca. Kulihat buku-buku jarinya mengeras menandakan dia teramat ingin menghajar seorang Demon yang dipanggil Alca Etrusean itu yang nampaknya dia adalah pemimpin dari para Demon yang ada disini dilihat dari ketenangan yang ditimbulkan walau matanya sarat akan kemurkaan, sangat tenang tapi awas hingga kurasa dia mampu menghalau segala sesuatu yang akan terjadi.
Etrusean itu tersenyum sinis serta menatap Alca tajam "samar aku tadi mencium bau clan Clandestine disini"
Alca balas menatap Etrusean itu tak kalah tajam tapi tetap bisa menguasai diri "lalu? Apa urusannya denganku?"
Etrusean mengibaskan tangan mengerikannya yang sedikit berselaput dengan kuku-kuku tajam membingkai tangannya "tak penting! tapi sebenarnya aneh juga jika ada clan Clandestine berjalan jalan keluar dari wilayah Cryptonine yang bebas dari sinar matahari itu dan berjalan di hutan Altophrodite ini karna meskipun tak terlalu mendapat penyinaran yang cukup tapi terdapat celah-celah dari pepohonan yang tak sedikit menyinari hutan ini"
      "Hanya itu? Baiklah aku dan Zeca sedang terburu-buru" Alca menarik tangan kananku mencoba menjauh dari para Demon menyeramkan ini. Tapi tiba-tiba tangan kiriku dicengkram oleh Eteusean, aku mencoba melepas tanganku dari genggaman kuat Etrusean ini.
      "Etrusean Charun!" Alca menepis tangan mengerikan Etrusean dari tanganku. Eh tunggu! Sepertinya nama Charun tak asing bagiku. Oh jangan sampai dia ini...
      "Etrusean Charun? Kau.. Kau yang telah membunuh Eugene bukan!" Aku mencoba lepas dari perlindungan Alca, tapi gagal. Aku sungguh kesal dengan Etrusean Charun ini, tidak perduli dia adalah anak dari raja Demon yang kelak akan menjadi raja Demon.
Etrusean tersenyum sinis "oh Eugene ya? Kau kenal dengan dengannya? Em...kupikir dia orang yang penting buatmu sampai kau begitu murkanya"
Aku menatapnya tajam "ya! Mengapa kau membunuh Eugene?!"
Dia kembali tersenyum sinis yang membuatku semakin muak saja dengannya "itu urusan yang tak boleh kau ketahui! Tak penting untuk kau ketahui kecuali kau clan Clandestine"
      "Tapi dia bukanlah clan Clandestine! Dia clan Vanth--makhluk penguasa dunia bawah--"
Etrusean tertawa keras "kau belum tau apa-apa!"
Aku memandangnya geram "apa maksudmu?!"
Dia kembali tertawa bernada meremehkan itu tanpa menjawab apa-apa. Arghhhh aku harus membunuhnya dengan pedang kadukeus-ku. Tapi tunggu! Jika aku membuka pedangku akan terlihat corak khas clan Clandestine di badan pedang itu serta ukiran khas di kepala pedang itu yang bertahtakan batu Sapphirubyqua yang bewarna perak berkilau. Aku harus menahan hasrat ku untuk membunuh Etrusean sampai aku telah menyelesaikan misi clan ku ini.
      "Baiklah tidak penting berada disini" Etrusean dan para Demon beranjak pergi dari hadapan kami. Aku memandanginya dengan penuh kebencian. Tunggulah waktunya Etrusean!
Aku menghela nafas lega setelah kepergian Demon menyeramkan itu. Tiba-tiba Alca memegang pundakku. "Tenanglah pengacau itu sudah pergi" Alca mencoba menenangkanku
Aku mengangguk "ya aku tahu, tapi kenapa dia mengetahuimu? Juga kau mengetahuinya?"
Alca tersenyum. Tapi aku tidak mengerti arti senyumnya itu "Itu masalah pribadi, Zeca. Bukankah kau tak suka jika ada yang bertanya tentang hal-hal pribadi mu?" Dia kembali tersenyum.
Aku mengangguk lesu. Yah memang ada beberapa hal-hal pribadi yang tidak layak dan tidak baik untuk diketahui oleh orang lain. Aku tahu itu. "Ya aku tahu, Alca"
      "Jika ada waktunya kelak, kau juga akan tahu. Tapi sekarang masalahnya kau terhitung orang asing buatku. Aku juga sepertimu tidak ingin membicarakan hal-hal pribadi kepada orang asing"
Aku kembali mengangguk "aku mengerti, baiklah ayo kita lanjutkan perjalanan. Perjalanannya masih jauh" kami berniat melanjutkan perjalanan kembali. Baru 2 hari berarti tinggal 58 hari lagi

Author's POV
Etrusean menggeram kesal sesampainya di Lembah Inferno sembari terus menatap intens kearah lawan bicaranya yang berasal dari lain clan itu
      "Bagaimana ini?! Aku hanya bisa mencium bau dari clan Clandestine secara samar tanpa bisa menerka dari arah mana dia berasal"
Lawan bicara dari Etrusean itu tersenyum sinis "berarti clan Clandestine kali ini tidak bisa diremehkan, dia memiliki kekuatan rahasia yang masih belum kita ketahui, tapi aku punya ide"
Etrusean ikut tersenyum sinis dengan kilat mata yang sarat akan kelicikan tak jauh berbeda dengan lawan bicaranya itu "baiklah Prudencio, apa ide mu?"
Lawan bicara Etrusean yang dipanggil Prudencio itu kembali tersenyum sinis yang penuh akan tipu muslihat licik.
Aku menatapnya penuh selidik "jadi.. Apa yang kau lakukan disini?"
Dia menatapku heran "kau tidak tahu mitos tentang gua Galchone ini?"
Oh itu, pantas saja "aku tahu"
      "Lalu kenapa kesini?"
      "Hanya lewat" jawabku enteng
Dia memandangku aneh sambil menyunggingkan senyum sinis "hanya lewat? Ya jawaban yang bagus"
Tapi terserah lah! "Memangnya kenapa?"
      "Kenapa? Kau ini bodoh atau apa?"
Sial orang nekat ini! "Hey apa maksudmu?"
      "Bodoh" gumamnya tapi aku masih bisa mendengarnya. Aku menatapnya dengan garang tapi dibalas santai dengannya
Daripada berurusan lama dengan orang nekat ini lebih baik aku melanjutkan perjalanan saja, lagipula perjalanan masih sangat jauh "terserahlah aku tidak punya banyak waktu, ciao--selamat tinggal--!"
      "Eh tunggu!"
Aku menoleh kearahnya sambil memandang bingung "ya?"
      "Muchas gracias--terima kasih banyak--"
      "Untuk?"
Dia tersenyum, tapi aku tidak tahu apa maksud dari senyumnya. Jadi kuputuskan untuk mengacuhkannya
      "Baiklah aku pergi"
      "Eh tunggu!"
Aku membalikkan badan dengan kesal "apa lagi sekarang?"
      "Kau mau kemana?"
Aku menghela nafas berat "Ada beberapa hal yang tidak dapat kukatakan kepada orang asing dan salah satunya ini, jadi tolong jangan bertanya lagi atau mengikutiku. Karna aku sedang tidak ingin bermain main, oke?"
Setelah yakin dia tidak ingin bertanya lagi, kuputuskan untuk melanjutkan perjalanan.
Kulihat jalanannya cukup indah dengan bebatuan yang membentuk bentukan yang tak jelas tetapi tetap indah. Aku kembali meneruskan perjalanan. Setelah cukup lama berjalan dibantu menemukan arah yang benar oleh Oscuro juga tak ada yang menggangguku karna nyawa mereka lebih berharga kalau tidak menggangguku daripada harus dibunuh oleh Dragontine, akhirnya aku keluar dari gua Galchone ini. Tapi tidak serta merta aku langsung menemukan jalanan yang akan mudah untukku lewati, setelah keluar dari gua jalan selanjutnya adalah hutan. Untung kali ini bukan hutan terlarang Dionisos, hanya hutan Altophrodite yang sebenarnya aku tidak tahu ada makhluk atau bahkan clan apa saja yang tinggal didalam. Tetapi aku tahu dari Oscuro bahwa hutan Altophrodite tidak seburuk hutan terlarang Dionisos yang sangat terlarang itu terutama untuk hal sihir. Tapi aku kan bukannya clan Faery atau clan Angel, kenapa aku harus takut? Meski aku tidak tahu akan sangat berbahaya seperti apa 2 hutan yang akan kulewati ini. Oh tidak! 3 hutan ternyata, tapi aku tidak tahu hutan apa yang terakhir ini.
Aku memasuki langkah pertama di hutan ini karna sudah malam kuputuskan untuk mencari tempat beristirahat. Yah perjalananku baru satu hari dan masih tersisa 59 hari lagi. Semangat! Kulihat ada pintu dipohon besar itu. Ah itu pasti rumah dari clan Dwarf--kurcaci-- mungkin aku bisa menginap barang semalam disana. Aku berjalan perlahan kearah rumah pohon itu. Tokk... Tokk... Tokk... Aku mengetuk pintu yang cukup kecil ini perlahan. Tak ada jawaban. Tak sengaja aku mendorong pintu ini dan langsung terbuka mungkin memang ada orang didalam jadi kuputuskan untuk masuk. Aku berjalan mengendap-endap menuju meja bundar dan duduk dikursi kayu kecil ini sambil menunggu tuan rumah datang. Tiba-tiba kurasakan kalung Estrellas Ala-ku bergerak-gerak perlahan, tapi semakin kubiarkan geraknya semakin cepat. Kenapa ini? Kenapa perasaanku tidak enak?
Krekkk... Kudengar pintu mulai terbuka dan kalung Estrellas Ala-ku semakin kuat bergerak, dan malah ada sedikit cahaya berpendar yang keluar dari kalung ini. Apa ini pertanda buruk? Perlahan terdengar derap pelan langkah kaki, tapi tunggu derap langkah kaki itu seperti derap langkah kaki yang besar berbeda dengan clan Dwarf. Oh tunggu jangan bilang ini rumah...
      "Hey! Apa yang kau lakukan disini?!"
Oh gawat itu clan Nemusto--kurcaci jahat berkaki besar-- pantas saja kalungku bergerak-gerak sampai mengeluarkan cahaya, rupanya kalung ini berusaha memberi tahuku jika akan terjadi sesuatu yang buruk.
Ada 4 clan Nemusto disini, tapi salah satu dari mereka yang kelihatan sangat garang berjalan menuju kearahku. Aku hanya mampu terpaku ditempatku, tak bisa berbuat apa-apa. Harus bagaimana ini?
Dia memandangku menyelidik "siapa kau dan dari clan apa? Berani-beraninya kau masuk kerumah kami tanpa permisi!" Geramnya sambil menggertakkan gigi.
      "Lo siento--maafkan aku-- aku tak bermaksud begitu, aku hanya ingin menumpang disini barang hanya semalam dan pintunya mudah terbuka jadi kukira ada orang disini"
Dia kembali menggeram "apa kau tak tahu ini rumah clan Nemusto? Yang artinya kami tak menerima tamu dari clan apapun! Dari clan apa kau?"
Aku harus menjawab apa? Mereka tidak boleh tahu identitas asliku, mungkin saja mereka bersekutu dengan clan Vacuo kan? "Aku..aku..dari clan..."
Dia mengibaskan tangan "ah sudahlah itu tak penting karna yang terpenting adalah kau harus tahu siapa kami!" Tiba-tiba dia mengeluarkan pedang dari sisi kanannya dan mengacungkannya kearahku. Dia menengok kearah 3 temannya itu lalu kembali menatap tajam kearahku. Perlahan-lahan pedangnya terus diarahkan kepadaku. Aku harus bagaimana? Pedang itu hampir menyentuh hidungku. Aku harus bagaimana? Ah! Aku tak boleh menyerah! Aku harus...
Brakkk... Tiba-tiba ada yang mendobrak pintu rumah clan Nemusto dan menerjang ketiga Nemusto ini sekaligus, Nemusto yang menawanku ini langsung mengacungkan pedang kearah orang nekat itu. Ya orang yang berani-beraninya menyerang Dragontine tadi itu.
      "Hey apa yang kau lakukan disini!"
Orang itu menatap Nemusto geram "menyelamatkan perempuan itu tentunya, kalian laki-laki tapi berani berlaku seperti itu! Ckckck" orang nekat itu mendecak meremehkan.
      "Apa kau tidak tahu? Tak boleh ada clan lain selain clan Nemusto di hutan Altlophrodite ini! Ini hutan milik kami!"
      "Tidak! Kalian merampas hutan ini dari clan Dwarf! Hutan ini bukan milik kalian!"
      "Terserahlah katamu! Pergi sekarang atau kau ingin kami bermain kasar?"
      "Hey hentikan! Kalian para Nemusto apa tidak bisa membiarkan kami pergi saja? Toh aku tidak mencuri apa-apa, kan? Terimalah saranku ini kalau kalian ingin selamat" aku mencoba mencari jalan aman saja--yah walaupun ada ancaman-- karna perjalananku masih sangat jauh.
Salah seorang clan Nemusto yang tadi menawanku balik menatap kearahku lagi, tapi tatapannya begitu menyeramkan--mungkin lebih menyeramkan dari Demon-- dan sekarang dia tersenyum licik. Oh apa maksudnya?
      "Kau dari clan apa? Kenapa kau tidak ada takutnya terhadap clan Nemusto?"
Oh gawat. Dia menanyakan aku dari clan apa? Gawat! Gawat! Gawat!
Orang nekat itu tiba-tiba mencengkram baju seorang Nemusto itu dan menatap seorang Nemusto itu geram
      "Tidak penting kami dari clan apa!" Tanpa diduga-duga, orang nekat itu melemparkan seorang Nemusto itu agak jauh yang sukses membuat Nemusto lainnya mencoba menghajar orang nekat itu, tapi ternyata dia menang padahal awalnya aku menduga dia akan kalah juga. Setelah selesai berkelahi dan menghabisi lawannya, orang nekat itu berjalan menuju ku dan menarik ku keluar dari rumah pohon ini. Dia menarikku cukup jauh jadi kuputuskan untuk berhenti disini. Aku menyentakkan tanganku tetapi tidak juga dilepaskannya, tapi dia tahu maksudku jadi dia berhenti menarikku
aku menatapnya malas "bagus kau berhenti, kukira kau akan menarikku sejauh-jauhnya"
Dia menatapku dengan pandangan tak percaya. "Kau ini! Untung-untung sudah kuselamatkan. Benar-benar kau ini orang yang nekat"
      "Aku tidak perlu diselamatkan, lagipula aku bisa menyelamatkan diri"
      "Menyelamatkan diri? Lalu kenapa kau tidak melawan waktu ditawan para Nemusto itu?"
      "Aku tidak akan melawan jika dia tidak ingin melukaiku"
      "Apa kau tak lihat? Dia jelas-jelas tak suka denganmu dan jika clan Nemusto tak suka dengan sesuatu, mereka tak akan segan memusnahkannya"
      "Yah mereka tidak berminat membunuhku kok jadi aku tidak perlu membalas" jawabku enteng
Dia mengangkat bahu tak perduli "yah terserah kau lah. Oh ya aku Alca"
      "Aku Zeca"
Aku menegak ramuan patron-ku juga merapatkan jaket yang kukenakan yang serta merta menyembunyikan baju militer ku ini agar sewaktu waktu dibutuhkan untuk menyamar di ilalang-ilalang. Juga agar tidak kentara, kan aneh berjalan-jalan menggunakan baju militer. Aku memandang kearah bayangan yang seolah pantulan dari diriku dalam warna lain. Aku tersenyum. Bagus juga ide Oscuro untuk menyamar sebagai bayanganku. Asal kalian tahu, clan Clandestine tidak memiliki bayangan seperti clan lainnya karna clan Clandestine adalah penghuni kegelapan yang takut akan matahari jadi agar tidak ada yang mengetahui bahwa aku adalah clan Clandestine, aku menyetujui usul brilliant Oscuro. Aku membuka peta dan melihat tempat pertama yang ideal untuk dijadikan tempat pemberhentianku saat diperjalanan nanti karna tidak mungkin aku langsung pergi ke kerajaan Aerial. Selain jauh, aku juga harus menyusun strategi se brilliant mungkin.
Aku terus berjalan tapi ditengah jalan aku melihat seorang lelaki tengah bertarung dengan seorang lelaki lainnya. Entah dari clan yang sama ataupun berbeda, mereka tidak terlihat berbeda. Tiba-tiba salah satu dari lelaki itu diserang secara membabi buta. Aku berniat untuk membantunya dan memberi kode kepada Oscuro. Aku lalu menghampiri mereka.
      "Hey!! Berhenti"
Tiba-tiba mereka berhenti berkelahi lalu memandangku heran juga kesal, mungkin karna pertengkarannya di tunda dulu mungkin ya? Hahaha.
Salah seorang dari mereka mendelik kesal kearahku "apa yang lakukan disini?"
      "Ya jelas untuk memberhentikan perkelahian kalian!"
      "Apa pentingnya untukmu?"
Aku mengangkat bahu secara acuh "ya aku kan hanya ingin berjalan dengan damai tanpa ada suara-suara berisik yang amat sangat mengganggu"
      "Ya sudah aku banyak kepentingan yang jauh lebih penting daripada mengurusi kalian, jadi lebih baik aku pergi dulu" aku beranjak pergi dari situ dan melanjutkan perjalananku lagi.
Setelah agak jauh berjalan aku menemukan pohon rindang yang kelihatan sangat sejuk itu, jadi kuputuskan untuk bersandar dan beristirahat sejenak disana "Ya ampun lelahnya" keluhku padahal baru beberapa jam perjalanan. Aku terbangun sekitar 2 jam kemudian, setelah cukup merehatkan badan aku segera bergegas untuk melanjutkan perjalanan. Tapi sebelumnya aku kembali melihat gua yang memiliki bentuk unik seperti spiral pada bagian luar yang menurut mitosnya dihuni oleh sekumpulan makhluk aneh dan menyeramkan penjaga gua itu. Sebenarnya aku tak yakin memasuki gua itu, juga perasaanku tidak enak. Yah aku bukannya takut sih hanya perasaanku tidak enak saja. Tetapi karna hanya itu jalan satu satunya menuju hutan terlarang seperti yang digambarkan di peta ini, jadi aku harus masuk ke gua ini.
Aku masuk perlahan kedalam gua yang gelap ini tetapi sangat nyaman karna memang kami clan Clandestine adalah penghuni kegelapan, karna terbiasa dengan kegelapan tidak menjadikan penghalang buatku, yah setidaknya aku masih bisa melihat jalan dengan jelas--juga Oscuro--.
Aku berjalan perlahan sambil mengawasi sekeliling yang juga dibantu Oscuro. Tiba-tiba sekelebat bayangan berpindah dari sisi ke sisi kontan membuat perasaanku jadi tak enak, aku menoleh kekanan lalu kekiri. Oke perasaanku makin tak enak.
Aku menegak saliva "ya ampun siapa!" Geramku
Aku mengambil kadukeus-ku yang kusampirkan digantungan celanaku lalu memegangnya erat. Aku tidak takut, tidak boleh takut dan juga tidak akan takut karna aku harus berani jika hanya menghadapi persoalan kecil ini. "Sialan!" Geramku lagi tak sabaran. Aku semakin menggenggam erat kadukeus-ku jaga-jaga siapa tahu dia menerkamku.
      "Hahahaha clan apakah ini yang berani datang kesini?" Tiba tiba naga raksasa datang kearahku. Aku yang sempat terkejut karna kedatangannya tiba-tiba hanya bisa terpaku, tapi tak lama aku kembali bisa mengendalikan diri seperti biasa. Aku tersenyum. Ini akan mudah kok. Aku melirik ke bayangan itu, Oscuro lalu tersenyum.
      "Kenapa kau tersenyum?" Tanyanya geram
Aku kembali tersenyum. Disini dia rupanya setelah bertahun tahun menyembunyikan diri, pantas saja aku sering mendengar mitos tentang penunggu gua Galchone ini. "Dragontine"
      "Bagaimana kau tahu... Kau... Kau..."
Aku mengangguk sebelum naga ini menyelesaikan kalimatnya karna aku sudah tahu kearah mana maksudnya.
      "Apa yang kau lakukan disini?"
      "Menjaga perjanjian"
Naga itu menangguk "kau selanjutnya? Tidakkah kau terlalu muda?"
Aku menggeleng "sudah ketentuan Dragontine, akulah selanjutnya. Jadi apapun yang terjadi, aku akan menanggung resikonya"
Krakkk... Tiba-tiba aku mendengar seperti suara seseorang menginjak sesuatu
      "Siapa itu?!"
Tiba-tiba seseorang keluar dari persembunyiannya dan mengeluarkan sebilah pedang lalu diacungkan kearah Dragontine dan orang itu bersiap ingin menghunuskan pedang kearah Dragontine, untung refleks naga ini bagus sekali karna ber ratus-ratus tahun telah menjaga kerajaan Crypt dari clan lain yang bersekutu dengan Demon--iblis-- seperti clan Vacuo.
Berkali kali orang itu berusaha menghunuskan pedang kearah Dragontine, tetapi terus-menerus gagal. Sepertinya orang ini tidak pandai berkelahi. Tiba-tiba Dragontine menyabetkan ekornya kearah orang itu, dia berhasil menghindar tapi kulihat lengan kirinya terkena sedikit sabetan ekor Dragontine dan dia jatuh terjerembab. Aku berlari menghampiri Dragontine.
      "Dragontine pergilah orang ini aku yang urus, jika aku butuh bantuan saat menjaga perjanjian itu tolong datanglah dan bantu aku"
      "Aku mengerti dan akan selalu membantu...em..."
Aku mendehem "Zeca"
      "Putri Zeca?" Tanyanya lagi meyakinkan tapi dengan volume kecil karna kuyakin dia pasti paham dengan aturan menjaga identitas clan
Aku menangguk "ya Dragontine, dan aku mohon kerja samanya. Tapi sekarang pergilah, kulihat orang ini sudah mulai pulih" naga itu mengangguk lalu pergi. Aku segera menghampiri orang nekat itu lalu berlutut disampingnya.
Orang asing itu mendesah pelan sambil memegangi lengan kirinya tapi yang anehnya meski sabetan dari ekor naga itu cukup keras lalu kenapa dia tidak berdarah. "kemana naga itu?" Tanyanya pelan
Ah sudahlah itu dipikirkan nanti saja meski aku cukup penasaran karna aku tidak terlalu paham dengan kemampuan clan-clan lainnya. "Sudah pergi"
Eh tunggu! "Kau!" Bertemu dengannya lagi.
Ternyata dia sudah sepenuhnya sadar. "Kau!"

Oke yg kemaren salah, seharusnya yg terinspirasi dri 'Flavia fights back' nya Lea agustina citra itu nama2 tokoh dsini bkn nma2 clan, kalo nyari di ***** wkwk
Lanjutan betrayal kemaren;)

Aku terbangun keesokan harinya dan segera teringat akan misiku, jadi aku berbenah. Aku mengambil beberapa pakaian dari lemari juga membawa serta kadukeus-ku didalam tas dan dengan setia memakai kalung Estrellas Ala-ku--yang merupakan kalung pelindung yang berasal dari legenda serpihan bintang-- seraya menggenggam eratnya. Aku harus yakin pasti bisa menaklukkan calon raja baru kerajaan Aerial itu. Aku memakai serta baju militer-ku dan celana khaki agar mempermudahkanku utuk bergerak leluasa. Aku kembali mengemasi barang-barang penting yang akan kubawa. Aku hanya membawa 4 pasang pakaian, kadukeus, buku yang diwarisi keluarga Florecer yang berisi mantra serta data-data tentang Vacuo. Setelah selesai mengemasi barang-barang penting yang akan kubawa, aku berjalan menuju laboraturium dan menyeleksi ramuan mana saja yang akan sangat berguna dalam perjalananku. Aku mengambil beberapa botol ramuan Healer--penyembuh--, ramuan invisible--menghilang--, ramuan inure--pembiasaan diri--, ramuan invert--pembalikkan sifat--, ramuan invigorate--memperkuat-- dan yang terakhir ramuan invicible--tak terkalahkan--. Setelah itu aku mengepak nya kedalam kotak kecil yang cukup untuk ramuan yang masing masing ada 3 itu ditambah 1 ramuan patron--pelindung dari matahari (karna kami makhluk kegelapan)-- yang akan berguna saat melawan calon raja Vacuo nanti, meskipun hampir mirip seperti Vampire pada legenda manusia yang takut akan matahari, clan Vacuo sangat berbanding terbalik dengan Vampire yang tidak takut akan matahari. Apalagi kalung Estrellas Ala-ku sangat berfungsi sebagai pelindung. Meskipun hanya 1 ramuan ini sangat berguna hingga 3 bulan, jadi sangat efisien dari rentang waktu seharusnya kan? Setelah selesai mengepak ramuan-ramuan didalam kotak kecil, aku memasukkannya kedalam tas.
      "Aku sudah siap, Oscuro. Bagaimana denganmu?"
      "Aku siap putri Zeca. Aku akan menjadi bayanganmu, jadi clan lain tidak akan ada yang tahu bahwa aku clan Vague dan kau clan Clandestine"
      "Kenapa begitu?"
      "Karna kita tidak tahu kan makhluk dari clan mana yang bersekongkol dengan clan Vacuo untuk menjaga agar tak ada yang dapat menaklukkan calon raja baru kerajaan Aerial sebelum hari penobatan, terutama pada clan Clandestine yang memang tandingan kuat untuk clan Vacuo"
Aku mengangguk pelan "baiklah, ayo pergi"
      "Tunggu, putri Zeca!"
      "Ada apa Oscuro?"
      "Ada satu lagi hal yang diberi tahu kan Chytra semalam saat kau sudah tidur dan mungkin dia lupa untuk memberi tahumu"
      "Oh ya? Apa itu hal penting lagi tentang Vacuo? Coba jelaskan!"
      "Calon raja baru kerajaan Aerial itu memiliki salah satu dari 3 benda legenda serpihan bintang itu, putri Zeca!"
Aku tertegun. Dia memiliki salah satu benda dari 3 benda legenda serpihan bintang? Tamatlah aku! "Benda apa itu?"
      "Gelang Mariposa de la Lluvia yang memiliki kekuatan menghadirkan sayap besar bagai seorang clan Angel"
      "Dari mana dia mendapatkan itu? Bukankah setahuku clan Angel lah yang memilikinya?"
      "Dia itu cerdik juga licik, putri Zeca. Dia yang mengadakan pertarungan dengan clan Angel dengan bersekongkol dengan clan Muyen Hua--penghuni cahaya-- dan memanipulasi waktu sehingga para clan Angel kalah karna sama seperti kami clan Angel tidak bisa berhadapan dengan matahari dan sebagai anak pertama juga sebagai pemimpin dari pertarungan itu dia jadi dinobatkan untuk menjadi raja Aerial selanjutnya"
Aku menggeram kesal "Dasar licik! Jadi aku harus bagaimana, Oscuro?"
      "Cara satu-satunya hanya membunuhnya secara diam diam karna akan percuma jika diketahui meskipun hanya satu orang, perjalanan kita akan sangat sia-sia, putri Zeca. Karna perjalanan ini akan memakan kurun waktu yang panjang"
      "Aku mengerti, Oscuro. Oh iya, aku harus membawa serta Toillepchone-ku agar dapat mengirim sinyal kepada clan Clandestine untuk membantuku berperang jikalau terjadi kesalahan yang tak terduga nanti" aku segera bergegas menuju kamarku dan mengambil Toillepchone-ku dan membawanya lagi ke laboraturium lalu memasukkannya kedalam tas berwarna senada dengan celanaku ini.
      "Ingatlah, putri Zeca bahwa clan Vacuo yang akan menjadi raja itu memiliki nama keluarga Maravilloso yang merupakan anak pertama dari keluarga Maravilloso"
      "Oke, aku mengerti. Tapi satu yang masih belum aku mengerti hingga saat ini, kenapa harus aku yang menaklukkannya? Bukankah masih ada kedua kakakku, Kheyala dan Daletha?"
      "Kau pemilik salah satu dari 3 benda legenda serpihan bintang itu, putri Zeca. Sebelumnya bukankah kau mendapatkannya dari clan Faery? Itu menandakan kau cerdik dan pandai mengatur strategi untuk mendapatkan kalung Estrellas Ala itu. Kau cocok untuk misi ini" jelasnya.
Aku tersenyum kaku sambil menangguk pelan "Em...oke. Aku akan berjuang mati-matian untuk menjaga kerajaan Crypt juga clan Clandestine. Tapi aku harus menemui anggota keluarga Florecer yang lain yang sudah menungguku di ruang pertemuan. Aku berjalan menuju ruang pertemuan membawa serta tas ransel yang berisi berbagai macam kebutuhanku. Aku membuka pintu di ruang pertemuan ini yang sudah terisi oleh kedua orang tuaku juga kedua kakak perempuanku. Aku duduk disebelah Kheyala, dekat dengan ayah yang berada di kursi terdepan meja melingkar ini
      "Bagaimana dengan kebutuhanmu, Zeca? Sudah semuanya?" Tanya ayahku membuka percakapan
Aku mengangguk "sudah, yah. Semua sudah siap"
      "sebenarnya ibu tak rela jika kau harus menanggung misi clan kita, Zeca. Kau masih terlalu muda untuk menanggungnya, umurmu baru 19 tahun. Tapi inilah keputusan keluarga besar kita dan merupakan ketentuannya. Tiap 1 abad sekali akan ada pemilihan raja baru kerajaan Aerial, juga tiap 1 abad sekali akan ada peristiwa Sterling Bang yang membentuk serpihan bintang dijadikan 3 benda keramat untuk mendamaikan dunia dengan kekuataan dari masing-masing 3 benda itu yang harus keluarga Florecer dapatkan meskipun hanya satu untuk menaklukkan clan Vacuo karna clan Vacuo adalah clan yang berbahaya bagi clan lainnya. Tapi dari yang kami tahu dari Oscuro, bahwa calon raja baru kerajaan Aerial memiliki gelang Mariposa de la Lluvia yang membantunya memiliki sayap raksasa yang diambilnya dari clan Angel. Dari situ kami tahu perjuanganmu akan sangat berat dibanding keluarga Florecer lainnya saat melawan calon raja baru tiap generasi"
Aku tersenyum meyankinkan "tenanglah, bu aku tak semudah yang kalian kira untuk di taklukkan. Aku memiliki kalung Estrellas Ala yang akan melindungiku juga memiliki ramuan yang selama ini kubuat untuk membantu kebutuhan keluarga Florecer yang akan sangat berguna nanti"
      "Tetap saja, Zeca..."
      "Tenanglah, bu. Kami percaya pada Zeca pasti bisa menaklukkannya" kali ini Daletha mendukungku meskipun kami sering berbeda pendapat.
      "Kami semua percaya padamu Zeca. Jika ada apapun terjadi gunakan Toillepchone mu. Oya jangan lupa dibawa Toillepchone mu agar kau bisa terus mengabari kami juga memberi sinyal kepada clan Clandestine di kerajaan Crypt jikalau terjadi sesuatu yang menyulitkanmu"
Aku yakin pasti bisa. Tapi ada satu yang mengganjal di pikiranku. Kenapa Kheyala hanya diam? Kenapa dia tidak mendukungku? Padahal kan dia kakak pertama yang selalu mendukungku berbeda dengan Daletha yang sering berbeda pendapat denganku? Ah perasan ku saja mungkin, mungkin dia tidak rela kehilanganku bukan? Berpikir positif Zeca!
Aku beranjak dari kursi ku "yah, bu, Daletha, Kheyala aku pergi dulu. Aku janji pasti akan kembali dan menjaga perjanjian yang selama ini melindungi kita" aku tersenyum meyakinkan
      "Selamat tinggal"
      "Selamat tinggal"

To be continue~
Ini cerita murni pikiran sendiri walaupun nama2 dari macem2 clan dpt dri "Flavia fights back" nya Lea agustina citra dan clan Vacuo dapet ide dri trilogi immortal,betrayal,eternal nya Gillian shield

                  by: septina indah yulamoga

      Aku terus membolak-balik buku keramat dari kakekku mencari data tentang Vacuo--makhluk kosong yang hidup-- serta cara untuk membunuhnya sambil memegang erat kalung Estrellas Ala--kalung pelindung-- ku menjaga serta Kadukeus--pedang pembunuh makhluk abadi-- yang merupakan senjata keluarga florecer--keluarga kerajaan-ku--.
      "Oscuro bisakah kau berhenti melayang layang disekitarku? Aku sedang butuh penerangan untuk membaca" aku mendelik pada bayangan hitam mengesalkan yang agak samar itu yang merupakan pelindung kami, para kaum clandestine--penghuni kegelapan-- dia berhenti melayang disekitarku dan diam ditempatnya sambil terus mengamatiku, pelindung clan/kaum Clandestine ini adalah Vague--bayangan hitam agak samar--
      "Bagaimana caranya aku bisa menjebak Vacuo yang akan menjadi raja di kerajaan Aerial itu, Oscuro? Kurasa dia terlalu kuat, dan aku juga belum tahu siapa dia dan bagaimana dia serta bagaimana cara membunuh seorang Vacuo. Bagaimana aku bisa membunuhnya sebelum dia menghancurkan kerajaan Crypt?"
      "Setelah menjaga beberapa keluarga florecer, aku mengetahui 1 hal penting untuk membunuh calon raja Aerial yang diberitahu oleh nenek buyutmu, putri Zeca"
Aku terus mengarahkan pandangan bingung pada Oscuro "1 hal penting? Apa itu?"
      "Pada saat bulan baru muncul akan di nobatkan raja baru di kerajaan Aerial. Besok bulan baru dimulai sedangkan penobatan bulan baru pada 2 bulan berikutnya dan berarti kau hanya memiliki waktu 2 bulan sebelum bulan baru muncul karna pada saat setelah penobatan itu raja Vacuo tak terkalahkan, beruntungnya keluarga Florecer yang merupakan keluarga kerajaan Crypt yang merupakan kewajiban untuk membunuh calon raja Aerial dan selalu bisa mengalahkan clan Vacuo yang akan menjadi raja sebelum penobatan agar perjanjian selama ber abad-abad tetap terjaga. Jadi clan Vacuo terikat janji dengan clan clandestine untuk tidak mengganggu atau menghisap darah clan Clandestine karna kalau sampai clan Vacuo berhasil menobatkan raja baru, mereka akan menyerang kerajaan Crypt serta menghisap darah clan Clandestine maka mereka akan menjadi tak terkalahkan dari clan apapun termasuk clan Clandestine yang merupakan tandingan kuat untuk clan Vacuo" jelasnya panjang lebar
      "Tapi aku tidak tahu siapa yang akan menjadi raja baru nya, oscuro"
      "Tenanglah putri Zeca kita akan mencari tahunya. Tapi pertama ucapkan janji keluarga Florecer dahulu"
Aku mengangguk pasti lalu berjalan menuju foto keluarga Florecer dan memandang setiap keluarga buyutku yang berhasil menaklukkan Vacuo "Janji keluarga Florecer dari clan Clandestine kerajaan Crypt. Aku Zeca Elleonore Florecer sebagai putri yang dipilih dan dipercaya untuk menaklukkan raja baru clan Vacuo dan menjaga agar perjanjian antara clan Clandestine dan clan Vacuo tetap bertahan untuk melindungi clan Clandestine dari serangan ataupun perang dari clan Vacuo. Aku Zeca Elleonore Florecer takkan melanggar janji keluarga Florecer untuk melindungi kerajaan Crypt dengan menaklukkan calon raja baru sebelum 2 bulan baru berikutnya muncul yang akan menjadi hari penobatan clan Vacuo dan aku berjanji akan melindungi kerajaan Crypt" aku menyilangkan jari didekat dadaku sebagai tanda perjanjian yang akan ku penuhi pada kerajaan Crypt dan pengabdianku sebagai putri keluarga Florecer.
      "Aku akan memanggil Chytra untuk meminta sedikit penjelasan tentang clan Vacuo" ucapnya lalu menghilang.
Aku menghela nafas berat. Entah bagaimana caranya menaklukkan Vacuo. Tiba tiba ada 2 Vague melayang sedikit mengitari ruang perpustakaan ini lalu berhenti di depanku
      "Halo putri Zeca" sapa Vague itu yang kutahu itu bukanlah suara berat Oscuro melainkan suara halus perempuan. Jadi dia Chytra.
      "Halo Chytra" aku tersenyum kecil
      "Oke langsung pada tujuanmu saja untuk cepat menaklukkan calon raja baru itu, satu-satunya cara adalah kau harus menghujamnya tepat sebelum penobatan dengan Kadukeus keluarga Florecer secara tepat dijantungnya. Sekarang siap untuk menaklukkan Vacuo?"
Aku menangguk pasti meskipun aku belum tahu siapa calon raja baru clan Vacuo di kerajaan Aerial itu. Aku tersenyum kecil. Cepat atau lambat aku pasti akan mengetahuinya --juga menaklukkannya seperti keluarga Florecer lainnya--
                               -to b continue-