You

by 01.34 0 komentar
                      by: septina indah yulamoga

      Aku masih terus menatap jauh kearah bayangan yang telah pergi itu. Bayangan orang selalu jadi alasanku bertahan. Bayangan orang yang tanpa sadar membuatku belajar untuk menjadi dewasa. Belajar untuk menerima kenyataan. Belajar untuk menerima bahwa terkadang apa yang kita inginkan tak selalu kita dapatkan. Tanpa perlu menghalalkan segala cara, apa yang bukan milik kita takkan bertahan lama pada kita. Karna sesuatu itu pasti akan kembali pada pemiliknya. Pemilik yang sebenarnya.
      Tangan ku tergapai keatas mencoba menjaring angin. Membongkar batas. Merombak garis. Memotong celah. Dan menggapai sesuatu yang terus membayang-bayangi ku selama ini. Aku tak pernah merasa semua akan behasil. Aku tak pernah berharap banyak. Karna aku cukup tahu diri. Berapapun banyak kuberharap, yang ada hanyalah angan semu tanpa ada kenyataan berarti.
      Tak biasa berharap. Juga tak bisa terlalu berharap. Berharap terlalu tinggi. Berharap pada hal yang hampir tak mungkin. Aku bukanlah cinderella. Tidak tidak itu terlalu klise. Aku juga bukan aurora. Tidak juga rapunzel, belle ataupun lainnya. Seperti ariel yang telah mengorbankan ekornya demi sang pangeran tetapi sang pangeran telah memilih seseorang yang lain. Jadi, terkadang kita kehilangan sesuatu yang berarti meskipun pengorbanan besar telah dilakukan.
      Tapi dari semua ini, satu hal penting yang telah kupelajari bahwa cinta terkadang tak selalu memiliki.

Septina's Journal

Developer

Cras justo odio, dapibus ac facilisis in, egestas eget quam. Curabitur blandit tempus porttitor. Vivamus sagittis lacus vel augue laoreet rutrum faucibus dolor auctor.

0 komentar:

Posting Komentar